[Intro – soft piano]
Langit memerah di ujung kota
Asap luka naik perlahan
Di antara sunyi manusia
Mencari damai di reruntuhan
[Verse 1]
Suara tangis jadi saksi
Bahwa kita pernah lupa
Bahwa dunia ini rumah
Bukan tempat saling terluka
Di balik batas dan bendera
Ada hati yang sama rapuh
Tak ada ibu yang rela
Anaknya pulang tanpa tubuh
[Pre-Chorus]
Jika dendam terus menyala
Takkan ada pagi yang utuh
[Chorus]
Saat senjata diam sejenak
Dunia mulai kembali bernapas
Tangan yang dulu saling menggenggam
Kini memilih saling melepas
Biarkan bumi menulis ulang
Cerita tanpa deru perang
Kita berbeda namun satu harapan
Hidup damai di pelukan zaman
[Verse 2]
Berapa banyak mimpi hilang
Karena peluru lebih keras
Padahal satu kata damai
Cukup meredakan yang panas
Di mata anak yang kecil
Tak ada musuh dan benci
Mereka hanya ingin dunia
Tempat bermain dan bernyanyi
[Pre-Chorus]
Jika kita berani berhenti
Mungkin dunia kembali utuh
[Chorus]
Saat senjata diam sejenak
Dunia mulai kembali bernapas
Tangan yang dulu saling menggenggam
Kini memilih saling melepas
Biarkan bumi menulis ulang
Cerita tanpa deru perang
Kita berbeda namun satu harapan
Hidup damai di pelukan zaman
[Bridge – orchestral rise]
Tak ada kemenangan sejati
Di atas air mata bumi
Yang tersisa hanya sunyi
Dan sejarah yang menangis lagi
Namun harapan belum hilang
Selama manusia mau berubah
[Final Chorus – big cinematic]
Saat senjata benar-benar diam
Langit kembali berwarna terang
Anak-anak berlari bebas
Tanpa takut suara perang
Biarkan dunia belajar lagi
Cinta lebih kuat dari benci
Dan manusia akhirnya mengerti
Damai adalah kemenangan sejati
[Outro – piano + choir]
Saat senjata diam…
dunia kembali mendengar
suara hati manusia.