Mas Guru Honorer Undercover
Penulis: Chotibul Umam Ukuran : viii, 210 hlm, Uk: 14x20 cm ISBN : 978-623-02-0493-7 Cetakan Pertama : Januari 2020 Sinopsis: Jalan ini masih terasa hangat. Cam...
| ISBN/SKU | - |
| Penerbit | |
| Stok | ✅ Tersedia (Ready Stock) |
Transaksi Aman & Terenkripsi
Deskripsi Lengkap
Buku Mas Guru Honorer Undercover
Penulis: Chotibul Umam
Ukuran : viii, 210 hlm, Uk: 14x20 cm
ISBN : 978-623-02-0493-7
Cetakan Pertama : Januari 2020
Sinopsis:
Jalan ini masih terasa hangat. Campuran pasir dan lelehan aspal goreng di atasnya juga masih berbau menyengat. Kini jalan kecamatan ini terlihat gagah dengan warna hitamnya yang pekat, berdampingan dengan liku sungai Kedungbener yang bermuara di laut selatan. Di samping kanan jalan, terhampar persawahan yang mulai menghijau oleh tanaman padi yang baru ditanam beberapa minggu lalu. Sungguh pemandangan indah yang memabukkan mata. Tapi aku segera tersadar karena waktu juga tak pernah berhenti berdetak, bahkan hanya untuk satu helaan napas saja. Aku harus bergegas menuju tempat kerja baruku. Aku kayuh sepeda, menaiki jalan menanjak, menuruni jalan curam, melewati jembatan, menerobos jalan bebatuan, masuk ke pemukiman, dan berselancar di atas setapak jalan. Sampailah aku di depan pintu gerbang sekolah itu. Sebuah Sekolah Dasar di pelosok utara Kabupaten Kebumen.
Buku Mas Guru Honorer Undercover
Penulis: Chotibul Umam
Ukuran : viii, 210 hlm, Uk: 14x20 cm
ISBN : 978-623-02-0493-7
Cetakan Pertama : Januari 2020
Sinopsis:
Jalan ini masih terasa hangat. Campuran pasir dan lelehan aspal goreng di atasnya juga masih berbau menyengat. Kini jalan kecamatan ini terlihat gagah dengan warna hitamnya yang pekat, berdampingan dengan liku sungai Kedungbener yang bermuara di laut selatan. Di samping kanan jalan, terhampar persawahan yang mulai menghijau oleh tanaman padi yang baru ditanam beberapa minggu lalu. Sungguh pemandangan indah yang memabukkan mata. Tapi aku segera tersadar karena waktu juga tak pernah berhenti berdetak, bahkan hanya untuk satu helaan napas saja. Aku harus bergegas menuju tempat kerja baruku. Aku kayuh sepeda, menaiki jalan menanjak, menuruni jalan curam, melewati jembatan, menerobos jalan bebatuan, masuk ke pemukiman, dan berselancar di atas setapak jalan. Sampailah aku di depan pintu gerbang sekolah itu. Sebuah Sekolah Dasar di pelosok utara Kabupaten Kebumen.
Buku Lain dari Kategori Ini
Lihat semua →