Sejarah Panjang Di Balik Tembok Buraq
4 tayangan
15 Sep 2026
"Ada sejarah panjang di balik tembok ini..."
Bismillahirrohmanirrohim. Naqiba Book mempersembahkan: Sejarah dan Keutamaan Masjid Al-Aqsha dan Al-Quds.
Tembok yang dikenal umat Islam sebagai Tembok Burak, oleh orang-orang Yahudi disebut Tembok Ratapan, karena digunakan sebagai tempat mereka menangis.
Menurut materi ini, hingga sekitar tahun 1500 M, tidak ditemukan keterangan dalam agama Yahudi yang menjelaskan tembok tersebut sebagai tempat suci untuk...
Menurut materi ini, tokoh yang pertama kali mencetuskan keyakinan tersebut adalah Musa bin Maimun, seorang hakham atau ahli Taurat Yahudi. Ia mengatakan bahwa tembok ini merupakan sisa peninggalan Haikal Sulaiman, dan kemudian berhasil membuat mereka percaya akan keyakinan tersebut.
Pada masa Sultan Sulaiman Al-Qanuni, orang-orang Yahudi meratapi haikal yang berada di kawasan Gunung Zaitun. Kemudian, mereka meminta Sultan Sulaiman Al-Qanuni agar diperkenankan mendekati Tembok Burak atau Tembok Ratapan.
Sultan Sulaiman Al-Qanuni mengizinkan mereka mendekati tembok tersebut sebagai bentuk toleransi keagamaan. Sultan Sulaiman Al-Qanuni membangun Tembok Masjid Al-Aqsha pada tahun 1550 Masehi.
Umat Islam senantiasa bersikap toleran kepada Yahudi dan Nasrani untuk hidup di kota Al-Quds dan tempat lainnya. Ketika jumlah orang Yahudi di Palestina semakin banyak, bersamaan dengan terjadinya penjajahan Inggris, situasi pun mulai berubah.
Pada tahun 1929, mereka meminta Mufti Kota Al-Quds, Syaikh Amin Al-Husaini, untuk menjual Tembok Burak. Syaikh Amin Al-Husaini menolak permintaan tersebut dengan keras dan merasa sangat heran atas permintaan itu.
Kemudian, tembok tersebut berada di bawah kekuasaan mereka sepenuhnya dan mereka dapat mendatanginya dengan bebas. Perumahan kaum Muslimin di hadapan tembok dihancurkan, lalu kawasan itu dirampas dan dijadikan lapangan besar.
Namun, apakah semua orang Yahudi benar-benar menyakini kesucian Tembok Ratapan ini? Jawabannya: Tidak. Tidak semua orang Yahudi menyakini hal tersebut. Mereka berselisih pendapat, bahkan sebagian menganggap ritual itu sebagai bid'ah.
#customvideo #aesthetic
Lebih banyak
#customvideo #aesthetic
0 Komentar